
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Anindya Novyan Bakrie meresmikan Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kadin Provinsi DKI Jakarta pada Jumat, 6 Maret 2026. Dapur tersebut berlokasi di Jalan Kemang Raya, Kelurahan Bangka, Jakarta Selatan, dan menjadi SPPG pertama yang beroperasi di Jakarta.
Peresmian itu sekaligus menandai dapur ke-742 yang dibangun jaringan Kadin di berbagai daerah. "Dan target kita mau mencoba tembus seribu, insya Allah bisa tercapai. Karena sekarang sudah ada direncanakan 230-an lebih untuk di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Jadi, hari ini adalah hari yang sangat bahagia," ujar Anindya. Peresmian berlangsung bertepatan dengan bulan Ramadan.
Dukungan dunia usaha
Anindya menyampaikan bahwa dunia usaha mendukung program MBG sejak awal karena menilainya sebagai program strategis pemerintah sekaligus investasi jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia. "Di awal, tentu kami mendukung program pemerintah karena ini program strategis yang biayanya tidak kecil. Dan tentu dari dunia usaha harus bersama-sama mengamankan program strategis ini. Apalagi ini investasi jangka panjang," ujarnya.
Selain memperbaiki kualitas gizi anak, program tersebut dinilai berpotensi menjadi penggerak ekonomi. Anindya memperkirakan setiap SPPG dapat menyerap hingga 50 pekerja, sehingga seribu dapur berpeluang menyerap sekitar 50 ribu tenaga kerja. Dari sisi produksi, ia menyebut setiap dapur melayani sekitar 3.000 porsi, yang bila dikalikan seribu dapur setara dengan 3 juta porsi setiap hari.
Pembangunan SPPG disebut mulai menarik dukungan pembiayaan perbankan. "Artinya memang benar bahwa SPPG di DKI Jakarta ini bankable atau patut untuk diberikan pendanaan dari bank. Dan secara kolektif kalau kira-kira Rp1,5 miliar dikalikan 1000 itu Rp1,5 triliun hampir 100 juta dolar AS dari teman-teman Kadin," kata Anindya.
Penguatan rantai pasok
Anindya menegaskan Kadin akan turut memperkuat rantai pasok program MBG agar dampak ekonominya meluas, termasuk melahirkan pelaku usaha baru di sektor pangan mulai dari peternak ayam petelur hingga produsen sayur-mayur dan daging. Untuk itu Kadin berencana menggelar Food Security Summit pada Juni guna membangun ekosistem rantai pasok pangan yang lebih terintegrasi, serta tengah mengkaji konsep yang disebutnya MBGnomics.
Ketua Umum Kadin Provinsi DKI Jakarta Diana Dewi menyatakan dunia usaha berperan bukan hanya sebagai motor penggerak ekonomi, melainkan juga sebagai kekuatan sosial. "Kami percaya, ketika pengusaha bergerak bersama, yang tumbuh bukan hanya ekonomi, tetapi juga harapan dan kesejahteraan masyarakat. Dunia usaha harus hadir bukan hanya di ruang investasi, tetapi juga di ruang-ruang kemanusiaan," ujarnya. Ia menambahkan, "Dapur SPPG ini bukan sekadar tempat memasak. Ini adalah simbol gotong royong antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat."
Asisten Khusus Presiden Republik Indonesia Dirgayuza Setiawan menempatkan program tersebut dalam tren global investasi gizi. Merujuk laporan World Food Programme, ia menyebut sudah 107 negara menjalankan program serupa dan Indonesia menjadi negara ke-107 yang melaksanakannya secara masif. "Karena ternyata investasi di bidang gizi ini return-nya sangat tinggi," ujarnya.
Sumber: Kadin Indonesia (kadin.id)
