
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menggelar Webinar Nasional bertajuk "Perlindungan dan Pengembangan UMKM Berbasis Teknologi" dalam rangka memperingati Hari UMKM Internasional. Kegiatan tersebut berlangsung secara daring pada Sabtu, 27 Juni 2026, dan diikuti 278 peserta.
Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Koperasi dan UMKM Kadin Indonesia Nurdin Halid menegaskan kemajuan Indonesia sangat bergantung pada kemampuan pelaku usaha mikro naik kelas menjadi usaha kecil dan menengah. Ia menyebut dua misi utama yang harus dijalankan Kadin sebagai mitra strategis pemerintah.
"Pertama adalah aspek perlindungan. Bagaimana kita menjamin agar 64,2 juta UMKM dapat bertahan dalam persaingan yang sehat di era pasar bebas. Kedua adalah aspek pengembangan, yaitu bagaimana mendorong UMKM meningkatkan kapabilitas, memperluas pasar, memperkuat teknologi, dan pada akhirnya mampu naik kelas," ujar Nurdin.
Empat strategi yang disiapkan
Menurut Nurdin, tantangan utama UMKM telah teridentifikasi, mulai dari keterbatasan akses permodalan, teknologi, kualitas sumber daya manusia, standar produk, hingga akses pasar. Strategi pertama yang ia paparkan adalah memperkuat fondasi dan kapasitas digital melalui kolaborasi antara pemerintah, Kadin, perguruan tinggi, BUMN, perusahaan teknologi, dan lembaga keuangan.
"Pelatihan mulai dari pencatatan keuangan digital, pemasaran, pengelolaan persediaan, penggunaan sistem pembayaran, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan. Pendampingan harus disesuaikan dengan tingkat kematangan setiap usaha, karena kebutuhan usaha mikro itu berbeda dengan usaha kecil dan menengah," jelasnya.
Strategi kedua memperluas akses UMKM terhadap teknologi, pembiayaan, dan infrastruktur digital. Strategi ketiga membangun ekosistem pasar digital yang adil dan inklusif; menurut Nurdin, UMKM tidak cukup hanya masuk ke lokapasar, tetapi juga perlu didampingi dalam meningkatkan kualitas produk, kemasan, sertifikasi merek, logistik, hingga pelayanan konsumen. Strategi keempat memperkuat perlindungan hukum dan keamanan digital, mencakup edukasi mengenai keamanan transaksi, perlindungan data pribadi, hak kekayaan intelektual, serta kontrak elektronik.
Momentum penguatan peran UMKM
Wakil Ketua Umum Bidang Kewirausahaan UMKM Kadin Indonesia Raden Tedy menyampaikan peringatan Hari UMKM Internasional menjadi momentum memperkuat peran UMKM sebagai fondasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Ia menguraikan empat tujuan penyelenggaraan webinar, mulai dari meningkatkan kesadaran seluruh pemangku kepentingan, memperkuat kolaborasi lintas pihak, mendorong inovasi dan perluasan akses pasar, hingga memberikan ruang apresiasi bagi pelaku UMKM.
"Pada momentum Hari UMKM Internasional ini, kita berharap UMKM Indonesia semakin kuat, kreatif, inovatif, dan mampu menjadi bagian penting dari rantai ekonomi global," pungkas Raden. Hadir pula dalam acara tersebut Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Hukum dan HAM, Sarana/Prasarana Kadin Indonesia M. Azis Syamsuddin.
Sumber: Kadin Indonesia (kadin.id)
